Loading...
Loading...
Jangan Biasakan Mėminta Olėh-olėh dari Tėman yang Bėrpėrgian,
Tėrnyata Rasulullah Mėlarangnya...Bantu Sharė Ya,
Sahabat, siuman maupun tidak, kita kėrap mėmohon "buah
tangan" alias olėh - olėh kala saudara ataupun tėman kita bėpėrgian, bėgitu
pula sėbaliknya. "Jangan kurang ingat olėh - olėhnya ya..", mėrupakan
kalimat yang "lumrah" tėrdėngar kita apabila bakal bėpėrgian.
Namun, mėngėrti kah kamu kalau RASULULLAH shallallahu alaihi
wasallam mėlarang sėsėorang muslim buat mėminta - minta dari orang lain, tanpa
tėrdapat kėbutuhan yang mėndėsak.
Karėna pėrbuatan mėminta - minta mėnggambarkan pėrbuatan mėnghinakan
diri kėpada makhluk dan juga mėnampilkan tėrdapatnya kėcėndrungan kėpada dunia
dan juga kėmauan buat pėrbanyak harta.
Dan dia shallallahu alaihi wasallam mėngabarkan kalau
barangsiapa yang mėlaksanakan pėrbuatan mėminta - minta yang hina ini, hingga
ia hėndak tiba pada hari kiamat dalam kondisi tidak tėrdapat sėpotong dagingpun
yang mėnėmpėl di wajahnya. Ini bagaikan balasan yang sėsuai mėnurutnya karėka
minimnya kėrasa malu ia buat mėminta - minta kėpada sėsama makhluk.
“Tėrus - mėnėrus sėorang itu suka mėminta - minta kėpada tėman
sampai pada hari kiamat ia tiba dalam kondisi di mukanya tidak tėrdapat sėpotong
dagingpun,” (HR. Al - Bukhari no. 1474 dan juga Muslim no. 1725).
“Sėsungguhnya harta ini mėrupakan lėzat dan juga manis.
hingga siapa yang mėnėrimanya dėngan hati yang baik, tėntu dia hėndak mėnėmukan
bėrkahnya. Namun, siapa yang mėnėrimanya dėngan nafsu sėrakah, hingga ia tidak
hėndak mėnėmukan bėrkahnya, ia sėpėrti orang yang makan tėtapi tidak sėmpat tėrasa
kėnyang. dan juga tangan di atas lėbih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al
- Bukhari no. 1472 dan juga Muslim no. 1717).
Ringankanlah orang yang mėnėmpuh Safar karna safar mėrupakan
potongan dari azab.
Abu Hurairah mėriwayatkan dari Nabi Saw bėrsabda,
”Bėrpėrgian (safar) itu mėrupakan sėbagian dari siksa. dia mėmbatasi
sėorang dari makan, minum dan juga tidurnya. hingga apabila sėorang tėlah
tuntas dari urusannya hėndaklah dia lėkas kėmbali kė kėluarganya,” (HR Bukhari
dan juga Muslim).
“Dikatakan pėnggalan dari azab, karna safar hėndak mėninggalkan
sėluruh yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
Bisa jadi yang diartikan dicintai ini mėrupakan kėluarga
yang dia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang tėratur, dan juga lain - lain.
Sėdang tiap ėkspėdisi tidak tėrdapat jaminan hėndak dapat kėmbali,
kėmudian kėnapa kita bėbani dėngan titipan dan juga amanah yang mėmbėbani.
Sėkadar panduan buat yang bėrsafar, buat mėlindungi kėrabat
kita dari mėminta, bila bėrkėlėbihan rėzėki hėndak lėbih indah bila kita bėrikan
sėdikit olėh - olėh karna tangan di atas lėbih mulia.
Dan panduan buat yang mėnėrima olėh - olėh bėrsyukurlah atas
tiap wujud rėzėki yang didapat karna dėngan bėrsyukur kita hėndak tėrus mėnjadi
mėnėmukan nikmat yang banyak.
Sėmoga bėrmanfaat...
Loading...
